PKU KE JAWA TENGAH

By Pandurata 22 Jul 2016, 00:00:00 WIB Berita
PKU KE JAWA TENGAH

Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran siswa SMK-SPP Negeri Samarinda menerjukan para siswanya ke lapangan secara langsung selama 90 hari ke Jawa Tengah, yaitu Balai Penelitian Padi,  Kabupaten Bantul, OISCA di Karang Ayar, dan PTPN IX di Getas, Sala Tiga.

Materi pempelajaran yang dibebankan kepada para siswa yang ber-PKU dituangkan dalam pedoman kegiatannya dibagi dua secara umum, yaitu Praktik Kerja Utama dan Praktik Kerja Pilihan.

Sejumlah 39 orang siswa sesuai dengan program keahlian angribisnis tanaman pangan dan hortikultura di tempatkan di OISCA Training Center dengan komoditas yang dipelajari tanaman cabe dan melon. Hal tersebut dipelajari dari proses awal sampai penanganan pasca panennya. Di Balai Penelitian Padi, Bantul di terjunkan sejumlah 35 orang siswa untuk mempelajari tentang budidaya tanaman padi sawah, sedangkan 35 orang lainnya di tempatkan di PTPN IX Getas, Salatiga untuk mempelajari budidaya tanaman karet dan proses pascapanennya.

Kegiatan tersebut sekaligus merupakan rangkaian kurikulum pembelajaran di sekolah untuk semester lima tahun pembelajaran 2016/2017. Jumlah para siswa yang diterjunkan ke lapangan sebanyak 109 orang yang masing-masing di pecah ketiga lokasi tersebut.

Pelepasan para siswa untuk melakukan praktik lapangan tersebut di resmikan dan dilepas oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Timur (DR.Ir.H. Ibrahim, MP) pada tanggal 16 Juli 2016 di UPTD-SPP Negeri Samarinda. Kegiatan praktik lapangan ini disebut Praktik Kerja Usaha (PKU) yang sudah menjadi kalender tetap bagi siswa SMK-SPP Negeri Samarinda dalam kegiatan yang sesuai kurikulum pembelajaran.

Para siswa harus melaksanakan kegiatan PKU ini dengan serius dan harus selalu mencermati setiap pengalaman kerjanya selama di lapangan agar nanti bisa diterapkan di daerahnya masing-masing, “demikian himbau Kepala Dinas Pertania,”

Selama praktik lapangan, Tata Tertib Sekolah tetap berlaku dan diharapkan para siswa yang ber-PKU mengamalkannya dan tidak melanggarnya, sebab jika terjadi pelanggaran tata tertib, maka siswa yang bersangkutan akan di tarik dari lokasi dan dinyataka tikak lulus PKU-nya, tegas Ir. Sumarti yang selaku Ketua Panitia.

“Selamat melaksanakan PKU, mamfaatkanlah kesempatan ini untuk membah ilmu dan pengalam agar nantinya bisa diterapkan di daerah masing-masing”.


Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment