BERMAIN SAMBIL BELAJAR

Tanggal : 03 July 2019, Kategori : Berita 185x


SMK-SPP Negeri Samarinda siap menjual hasil-hasil tanaman sayura yang organik ke masyarakat Kota Samarinda dengan cara nenjual sendiri atau pelanggan diperbolehkan langsung memilih dan memanen sendiri di lahan.
 
Salah satu kentungan dari letak lokasi lahan praktik siswa-siswi SMK-SPP Negeri Samarinda yang persis ditepi jalan poros Samarinda - Bontang dan hanya berbataskan pagar.  Jadi setiap orang yang meliwati jalur tersebut, baik pasti matanya akan tertuju ke lahan pertanaman tersebut, apalagi disaat sore hari dimana para siswa ramai dengan berbagai aktifitas. Ada yang membersihkan lahannya, ada yang memupuk, ada yang memanen, dan ada juga yang mengemas tanamannya khususnya sayura utnuk dijual.
 
Untuk penjualan hasil tanaman siswa-siswa sudah mempunyai pelanggan masing-masing.  Jadi mereka tidak perlu menjualnya langsung ke pasar, cukup dengan menelpon si pelanggan udah datang.
 
SMK-SPP Negeri Samarinda dipenghujung tahun 2012 ini sering kedatangan tamu dari dari sekolah-sekolah sekitaran Kota Samarinda.  Adapun tujuan utama dari kunjungan mereka, karena ketertarikan mereka meliat tanaman semusim dan tanam sayuran yang rimbun serta siap panen.  Dengan maksud itulah mereka ingin meliat langsung bagaiman cara membudidayakannya dan cara memanennya dengan benar.
 
Dengan metode bermain sambil belajar, siswa-siswi TK dan SD di seputaran Kota Samarinda datang berkunjung ke lahan pertanaman sayuran pada waktu dan hari yang berbeda.  Dalam kunjungannya mereka diberi pembelajaran mengenal jenis dan macam tanaman Hortikultura, khususnya untuk tanaman sayuran.  Selain itu mereka juga diajarkan cara menanan dan memanen tanaman pada lahan yang sudah siap tanam dan panen, termasuk contoh pengolahan lahan tanam yang benar serta pemberian pupuknya. Begitu mereka diberi kesempatan untuk memanen, semua menyerbu tanaman yang ditunjukkan dan mereka saling berebutan.  Untung saja sebelumnya sudah diberitahukan perlakuan cara memanen yang benar.
 
SMK-SPP Negeri Samarinda dengan adanya kunjungan-kunjungan seperti tersebut merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, artinya di saat lahan-lahan potensial pertanian di Kalimantan Timur banyak yang rusak oleh aktifitas tambang.  Dengan demikian masyarakat Samarinda khususnya generasi mudanya ternyata masih banyak yang mencintai dunia pertanian dan diharapkan  dikemudian hari semakin banyak lagi generasi muda cinta pertanian. 


Artikel Terbaru