PENGENALAN SISTEM SALIBU

Tanggal : 03 July 2019, Kategori : Berita 139x


Dalam kegiatan panen raya padi sawah di Kelurahan Pulau Atas, Sambutan, Samarinda Ilir, dengan hamparan seluas + 35 Ha dan beberapa uji coba beberapa varietas, seperti IR-64, Mikongga, Inpari, serta beberapa varietas lokal menunjukan hasil yang memuaskan dengan perkiraan masing-masing per-hektar dapat menghasilkan + 4 – 5 ton GKG.

Pada kesempatannya Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur (Ir. H.Ibrahim, MP)  mengharapkan,”hasil yang diperoleh saat ini harus dipertahankan dan dikemudian hari paling tidak ditingkankan lagi.” Bukan hanya sampai disitu saja, beliu juga memotivasi kepada Ketua-Ketua Kelompok Tani yang hadir pada saat kegiatan panen raya tersebut dengan memperkenalkan para pakar budidaya padi sawah yang terbentuk dalam team Food Estate yang nantinya sebagai kegiatan pendampingan bagi kelompok-kelompok tani dalam melaksanakan budidaya padi sawah.

Sistem SALIBU, sebuah ucapan/kata yang sempat membuat para petani setempat bertanya-tanya, ...varites apa lagi itu?.

Seletah dijelaskan oleh pakarnya, Prof. Riyanto barulah mereka memahami apa yang dimaksud dengan sistem salibu tersebut.

Budidaya padi salibu dapat memacu peningkatan produksi padi dengan meningkatkan IP (indek panen). Kemudian ada beberapa keuntungan budidaya sisten tersebut diantaranya ; umurnya relatif lebih pendek, kebutuhan air lebih sedikit, biaya produksi lebih rendah karena penghematan dalam pengolahan tanah, penanaman, penggunaan bibit dan kemurnian genetik lebih terpelihara.

Budidaya padi salibu adalah salah satu inovasi teknologi untuk memacu produktivitas/ peningkatan produksi. Pada budidaya padi salibu ada beberapa faktor yang berpengaruh antara lain; 1) tinggi pemotongan batang sisa panen, 2) varietas, 3) kondisi air tanah setelah panen, dan 4) pemupukan. Upaya peningkatan produksi padi mengarah pada peningkatan produktivitas  lahan melalui  peningkatan indeks panen dari 2 sampai 3 bahkan bisa 4 kali panen dalam 1 tahun.

Dengan demikian diharapkan nantinya Kecamatan Sambutan bisa menjadi percontohan budidaya padi sawah sistem salibu dan juga kedepannya dapat memenuhi kebutuhan beras untuk kota Samarinda.
 


Artikel Terbaru