SAWAH TERENDAM

Tanggal : 03 July 2019, Kategori : Berita 17x


SAMARINDA- Sebanyak 50 petani di Jalan Bayur (Sempaja) RT 18 terancam 
terlambat panen. Selama seminggu terakhir ini sudah tiga kali sawah 
mereka terendam banjir. Belum lama banjir surut, air kembali naik 
menggenangi sawah. Akibatnya banyak benih - benih padi yang baru ditanam 
hanyut terseret arus banjir. Hal ini diakui salah seorang petani di 
kawasan itu, Imah. Ditemui di sawahnya, Rabu (12/1), dia menyebutkan. 
saat ini yang bisa dilakukan hanya menunggu banjir surut. Diperkirakan 
sawah yang terendam banjir menyentuh 35 hektare lebih. Menurut Imah, bulan ini adalah masa tanam bagi petani di kawasan itu. 
Benih padi berumur satu bulan sudah ditanam dua pekan lalu. Karena 
banjir, petani harus menanam benih baru.  Kalau begini kita bisa 
terlambat panen. Karena mengulang proses tanam, ujar Supian, petani 
lainnya.
Menurutnya beberapa petani akan rugi, karena harus membeli gabah lagi. 
Namun dirinya tidak bisa menentukan pasti berapa kerugian yang 
ditanggung masing-masing petani. Tergantung luas sawah yang dimiliki 
petani dan banyaknya benih padi yang terseret banjir, jelasnya.Petani 
lain, Kasman mengaku punya sawah seluas 2,5 hektare, dan semuanya 
terendam. Saya rugi upah tanam Rp 3 jutaan, jelasnya.
Menurutnya, Banjir kali ini termasuk cukup besar. Biasanya banjir 
surut setelah satu dua hari, kali ini, sudah dua minggu banjir masih 
menggenangi kawasan persawahan. 
Menurut warga, banjir karena aliran air dari Bendungan Benanga. Saat 
hujan deras aliran air semakin meningkat dan merendam areal sawah. 
Begitu juga dengan pembangunan perumahan di sekitar, yang menyebabkan 
aliran sungai jadi menyempit. (*/her)


Artikel Terbaru